AMERIKA – Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump pernah mengusulkan larangan Muslim memasuki AS setelah serangan di Paris yang menewaskan 130 orang tahun lalu.
Namun, kini pandangannya sedikit melunak setelah menanggapi pernyataan Walikota London, Sadiq Khan.
Sadiq Khan yang baru saja terpilih sebagai walikota London sebelumnya menyatakan bahwa ia tidak akan dapat melakukan perjalanan ke AS di bawah pemerintahan Trump karena agamanya Islam.
“Saya ingin pergi ke Amerika untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan wali kota-wali kota Amerika,” kata Khan kepada majalah Time.
“Namun, jika Donald Trump menjadi presiden, maka saya tidak akan pergi ke sana karena agama saya.”
Menanggapi pernyataan Walikota London Sadiq Khan, dalam percakapan dengan Fox News Radio, Trump mengatakan bahwa larangan itu hanya sekedar saran saja. Terlihat Trump telah melunakkan sikapnya pada gagasan mencekal sementara orang Islam yang mau berkunjung ke AS.
“Itu sekadar pencekalan sementara, belum dipastikan,” kata Trump, Rabu (12/5/2016).
“Ini sekadar usulan saja hingga kita tahu pasti apa yang terjadi sebenarnya,” tambah Trump.
Seperti dilansir oleh BBC, sebelumnya, setelah kejadian bom di Paris ia bersikukuh akan membuat larangan tersebut, yang akhirnya banyak menuai banyak kritik, baik di Amerika Serikat maupun luar negeri. Namun ketika itu ia tetap teguh dengan usulannya.





