Efek Samping Minum Kopi, Tingkatkan Tekanan Darah hingga Asam Lambung

0
114
Ilustrasi Kopi. (Foto: iStock)

JAKARTA – Menikmati segelas kopi sebelum atau selama istirahat dari rutinitas sehari-hari mungkin dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa relaks pada pikiran. Namun, apakah kopi memberikan manfaat bagi kesehatan?

Memang, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kopi memiliki sejumlah manfaat bagi manusia, seperti meningkatkan energi, mendukung kesehatan jantung, mengurangi risiko demensia, bahkan berperan dalam kesehatan mental. Bahkan, jika dikonsumsi dengan bijak, kopi bisa membantu dalam pengendalian berat badan.

Namun, minum kopi dalam jumlah berlebihan, seperti segelas di pagi hari, yang kedua di siang hari, dan seterusnya, dapat memiliki efek samping.

Minuman berkafein ini juga tidak sesuai untuk semua orang, terutama bagi mereka yang menderita gangguan kecemasan atau hipertensi, yang mungkin perlu membatasi konsumsi kafein mereka.

Artikel di laman Eatthis beberapa waktu lalu juga menyebutkan bahwa konsumsi berlebihan kopi dapat memperburuk gejala kecemasan. Meskipun tidak semua orang merasakannya, hal ini mungkin dipicu oleh kandungan kafein dalam kopi.

Hubungan antara kopi dan kecemasan sangat bergantung pada jenis gangguan kecemasan yang dimiliki seseorang dan tingkat sensitivitas terhadap kafein.

Biasanya, diperlukan jumlah kafein yang signifikan, kira-kira lima cangkir kopi, untuk menimbulkan perasaan panik atau kecemasan pada seseorang. Dan, dampak ini mungkin lebih parah bagi individu yang sudah memiliki gangguan kecemasan.

Efek samping lain dari kopi adalah peningkatan tekanan darah. Para peneliti dalam jurnal “Journal of Agricultural and Food Chemistry” mencatat bahwa hasil penelitian mereka memiliki implikasi yang berbeda untuk individu dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, yang biasa disebut hipertensi.

Sebenarnya, mereka menyatakan bahwa penderita hipertensi harus memerhatikan asupan kafein mereka dan sebaiknya menghindari konsumsi kopi dalam jumlah besar, karena kafein dalam minuman ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah yang signifikan.

Selain itu, melalui penjelasan di laman FK UI, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI yang praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fahrial Syam, mengungkapkan bahwa kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Ari menjelaskan bahwa dalam lambung, terdapat keseimbangan antara faktor-faktor yang menimbulkan kerusakan langsung dan faktor-faktor yang melindungi. Salah satu faktor yang bisa menimbulkan kerusakan adalah asam lambung.

“Meningkatnya asam lambung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres dan kafein, terutama ketika makanan yang dikonsumsi bersifat asam dan pedas, yang bisa merusak dinding lambung,” tuturnya.

Sumber: Antara

Advertisement div class="td-visible-desktop">