Elpiji 3 Kg Tidak Pantas Untuk Masyarakat Mampu

Ilustrasi kelangkaan gas 3 kg/ tempo.co

KUDUS – Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti mengatakan masyarakat mampu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diimbau menggunakan elpiji nonsubsidi karena saat ini tersedia elpiji nonsubsidi berukuran 5,5 kilogram.

“Masyarakat yang tergolong mampu harus memahami bahwa elpiji 3 kg merupakan komoditas bersubsidi yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu,” ujarnya di Kudus, dilansir Antara, Sabtu (5/11/2016).

Bahkan, lanjut dia, pada tabung elpiji 3 kg juga terdapat tulisan “hanya untuk masyarakat miskin”. Artinya, kata Sudiharti, elpiji bersubsidi tersebut tidak pantas jika dinikmati oleh masyarakat mampu.

Jika sebelumnya beralasan soal bobot tabung elpiji nonsubsidi yang cukup berat karena hanya tersedia ukuran 12 kg, kata dia, saat ini tersedia yang lebih kecil dan mudah dibawa, termasuk kaum perempuan karena ukurannya hanya 5,5 kg.

Dalam rangka memeberikan contoh penggunaan elpiji nonsubsidi bagi masyarakat mampu, katanya, Pemkab Kudus berencana menggelar deklarasi penggunaan elpiji nonsubsidi.

Berdasarkan data dari PT Pertamina pada bulan September 2016, permintaan elpiji 5,5 kg di Kabupaten Kudus berkisar 600-an tabung.

Dalam rangka memudahkan masyarakat mendapatkan elpiji ukuran baru tersebut, gerai yang menjual elpiji ukuran 5,5 kg akan ditambah.

Tempat usaha yang hendak digandeng untuk turut memasarkan produk baru pertamina itu, untuk tahap pertama seperti SPBU serta toko modern, seperti Indomaret dan Alfamart. Harga tabung elpiji 5,5 kg termasuk isinya berkisar Rp350 ribu, sedangkan isi ulangnya sekitar Rp65.000 per tabung.

Hadirnya elpiji 5,5 kg, diharapkan menjadi alternatif masyarakat mampu untuk membeli elpiji dengan ukuran lebih kecil, dibanding pendahulunya dengan ukuran 12 kg.

Advertisement