Empati pada Korban Tsunami Selat Sunda, Warga Sumbar dan Riau Diimbau Tidak Rayakan Malam Tahun Baru

foto ilustrasi

PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit  mengingatkan masyarakat Sumatra Barat agar ikut prihatin atas sejumlah bencana yang secara beruntun melanda negeri ini, sehingga tidak merayakan malam tahun baru.

“Itu terserah, namun bagi kita nggak ada (perayaan tahun baru). Pemerintah kabupaten kota juga sudah mengimbau. Agar tidak perlu merayakan tahun baru karena ada bencana-bencana yang datang. Banyaknya bencana ini seharusnya membuat kita prihatin,” jelas Nasrul, sebagaimana dilansir Antara.

Ia melihat bencana tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung cukup menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang tidak mendatangkan manfaat.

Nasrul juga mengingatkan masyarakat Sumatra Barat agar tidak lengah dan menutup mata bahwa ancaman bencana alam seperti gempa dan tsunami juga mengancam mereka.

Sementara di Riau, Gubernur dan sejumlah kepala daerah di Provinsi Riau mengeluarkan kebijakan yang melarang warganya untuk merayakan malam tahun baru 2019 dengan segala bentuk pesta pora dan hura-hura sebagai bentuk empati kepada korban bencana alam tsunami Selat Sunda.

Berdasarkan pantuan Antara di Pekanbaru, Sabtu, sejak 27 Desember lalu sudah ada empat bupati dan wali kota yang menerbitkan larangan tersebut dan terakhir adalah gubernur Riau pada 28 Desember.

Advertisement