Enam Rumah di Buleleng Bali Rusak Berat Akibat Gempa

Ilustrasi Gempa Lombok rusak sejumlah rumah di Buleleng Bali/ Balipost

BALI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng baru menemukan enam rumah warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada rusak berat akibat gempa lombok pada 5 Agustus 2018 lalu.

Kerusakan ini baru diketahui oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setelah mendapat laporan dari aparat desa terkait.

Meski rumah mereka mengalami kerusakan parah, namun warga di desa ini tidak sampai mengungsi dengan membangun tenda darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana,  mengatakan, laporan dampak gempa di Dusun Amerta Sari, Desa Pegayaman itu memang terlambat masuk ke BPBD. Bahkan, kerusakan ini nyaris tidak terpantau karena data dari aparat desa belum diterima BPBD.

Namun demikian, baru ada laporan kerusakan, sehingga personel TRC langsung melakukan pendataan di lokasi. “Kami dapat info dari Kecamatan, kami assement lebih lanjut,” katanya.

Menurut Suadnyana, untuk sementara data kerusakan akibat gempa yang tercecer itu dimasukan dalam data krusakan rumah dan fasilitas umum (fasum) yang sudah dihimpun sebelumnya. Nantinya, data tersebut juga diajukan ke BNPB Bali atau akan diajukan kembali ke BNPB pusat.

“Kami tetap masukan dalam data dan disusulkan ke Povinsi atau ditindaklanjuti ke pusat. Usulan sudah dicek dan BNPB Bali sudah mengecek dan meminta untuk melengkapi administrasi,” jelasnya, dilansir Balipost, Kamis (23/8/2018).

Advertisement