GAZA – Kementrian Kesehatan mengatakan enam warga Palestina terluka oleh tembakan Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza pada hari Sabtu (5/5/2018).
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra mengatakan dua anak dan seorang medis termasuk di antara mereka yang terluka oleh tembakan Israel.
Salah satu warga Palestina yang terluka berada dalam kondisi serius.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilansir Anadolu, bahwa pasukannya melihat sejumlah orang Palestina ketika melintasi pagar keamanan di perbatasan Gaza untuk melakukan tindakan “sabotase”.
Militer mengatakan pasukan Israel menembaki mereka dan memaksa mereka mundur.
Selama lima minggu terakhir, warga Gaza telah menggelar unjuk rasa massa di sepanjang perbatasan timur jalur itu untuk menuntut “hak untuk kembali” ke rumah mereka di Palestina historis dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.
Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, yang akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel. sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba” atau “The Catastrophe”.
Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, setidaknya 47 demonstran Palestina telah tewas dan ratusan lainnya terluka, menurut angka-angka yang dilansir kementerian.





