Fakta di Balik ‘Kudeta Milter’ Zimbabwe

Militer Zimbabwe turun ke jalan, melakukan kudeta. Foto: Reuters

1. Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, Kepala Veteran Perjuangan Kemerdekaan negara tersebut, dipecat pada 8 November oleh Presiden Mugabe yang berusia 93 tahun karena dinilai tidak setia.

2. Mnangagwa, segera keluar dari negara tersebut, dipandang oleh presiden yang sedang sakit, membuka jalan bagi Ibu Negara Grace Mugabe untuk naik menggantikannya.

3. Komandan Angkatan Darat Constantino Chiwenga mengatakan, Senin, (13/11/2017), militer akan bertindak jika pembersihan terhadap pejuang pembebasan perang tidak dihentikan oleh Mugabe.

4. Para veteran perang, yang berjuang bersama Mugabe selama perjuangan pembebasan tahun 1970an dan mempelopori penarikan kembali pertanian komersial yang dikuasai kulit putih pada tahun 2000an, mengklaim Mugabe telah mengkhianati revolusi tersebut.

5. Pembersihan berkelanjutan terhadap sejumlah sekutu Mnangagwa memperluas keretakan antara Mugabes dan berbagai kelompok pemimpin veteran perang.

6. Victor Matemadanda, sekretaris jenderal Asosiasi Veteran Perang Nasional Zimbabwe, baru-baru ini mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pembersiah atau pemecatan yang sedang berlangsung merupakan indikasi kuat bahwa Mugabe bertindak untuk kepentingannya sendiri dan kepentingan istrinya.

7. Pada hari Selasa, 14 November, sayap pemuda partai ZANU-PF, mengatakan bahwa pihaknya “siap untuk mati” untuk membela Mugabe, menanggapi ancaman militer yang ikut campur tangan.

8. Ada laporan ledakan di ibu kota, Harare, pada Selasa malam.

9. Rabu, (15/11/2017) tentara Zimbabwe menyita TV negara dan memblokir akses ke kantor-kantor pemerintah.

10. AS dan Inggris menyarankan warganya di Harare, ibu kota, untuk tinggal di dalam rumah menunggu perkembangan.

Sumber : Al Jazeera

Advertisement