AGAM – Abrasi pantai akibat gelombang pasang, Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 03:49 WIB merusak satu unit rumah semi permanen dan empat warung milik warga Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Luthfi ArĀ mengatakan, rumah semi permanen yang rusak berat itu milik Arif (40), yang kini beserta istri dan anaknya telah mengungsi ke kantor wali nagari setempat.
Kemudian empat bangunan warung milik warga yang juga mengalami rusak berat terkena gelombang pasang yaitu milik Erik (36), Markosal (51), Apen (53) dan Azira (46).
Selain itu, delapan unit perahu nelayan milik Isman Toni (42), Erman (48), Zardi (52), Safri (51), Elison (39), Talimbuak (47), Arman (41) dan Rusdian (40) juga mengalami rusak berat.
Saat ini, anggota Satgas BPBD setempat sedang berada di lokasi untuk mendata kerusakan.
Pihaknya juga mengkaji langkah apa yang sebaiknya diambil masyarakat setempat apabila gelombang pasang meningkat.
“Kami memastikan ke mana masyarakat melakukan evakuasi apabila terjadi bencana itu. Ini untuk melindungi masyarakat dari abrasi pantai,” katanya, dikutip Antara.
Tokoh Pemuda Muaro Putih, Agusmardi mengatakan, daerah itu merupakan lokasi rawan gelombang pasang semenjak 2004 sampai 2017.
Akibatnya, 300 hektare lahan tergerus abrasi pantai semenjak 2004-2017, sehingga jarak permukiman warga dari pantai hanya tinggal sekitar 700 meter dari jarak semula sekitar dua kilometer.





