Gempa M 5,1 Sukabumi Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang tenggelam di bawah Lempeng Eurasia menyebabkan terjadinya gempa tektonik dengan kekuatan 5,1 di wilayah Pantai Selatan Cianjur, Jawa Barat.

Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menyatakan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 7,92 lintang selatan dan 107,03 bujur timur, tepatnya di laut sejauh 111 km di sebelah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 48 km.

“Dengan mempertimbangkan lokasi pusat gempa dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang tenggelam di bawah Lempeng Eurasia,” jelasnya, dilansir dari Antara.

Ia juga menambahkan bahwa analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini terjadi akibat gerakan naik dengan arah geser diagonal (oblique thrust).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami,” tuturnya.

Selain itu, gempa yang terjadi pada Selasa pukul 14.23.04 WIB tersebut memiliki dampak yang dirasakan di Kabupaten Sukabumi dengan skala intensitas III – IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran gempa terasa nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk yang sedang melintas.

Gempa ini juga terasa di daerah Pelabuhan Ratu, Kabupaten Cianjur, dengan skala intensitas II – III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah, terasa seperti truk yang sedang melintas), serta di daerah Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga pukul 14.45 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan (aftershock),” katanya.

Daryono mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Pastikan kekuatan bangunan tempat tinggal Anda cukup untuk menahan gempa, dan periksa apakah ada kerusakan yang dapat membahayakan stabilitas bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh desas-desus yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Advertisement