ADEN (KBK) – Gencatan senjata di Yaman mulai diberlakukan untuk 7 hari ke depan.
Pengumuman tersebut disampaikan pejabat PBB di New York, Selasa sore (15/12/2015).
Gencatan sejata sudah disepakati antara pasukan pemberontak bersenjata dari kelompok Syiah Houthi dan koalisi Arab bersama loyalis Hadi Presiden Yaman terguling.
Gencatan senjata disepakati dalam pembicaraan damai yang disponsori PBB di Swiss antara kedua belah pihak yang bertikai.
“Gencatan senjata baru saja dimulai pada pukul 12 siang ini waktu setempat (0900 GMT) selama sekitar tujuh hari untuk menghentikan semua operasi militer di Yaman dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk menjangkau korban perang,” kata pejabat pemerintah lokal yang berbasis di Aden.
“Ini juga mencakup menghentikan semua pemboman udara oleh koalisi Arab Saudi yang dipimpin terhadap posisi Houthi yang dikuasai di Yaman,” kata sumber tersebut.
Namun, sumber militer mengatakan, serangan bersenjata sporadis oleh pemberontak Houthi masih berlangsung 50 menit setelah gencatan senjata diumumkan.
Houthi juga menembakkan sekitar lima peluru ke pasukan pro-pemerintah di Kota Taiz, kota terbesar ketiga Yaman menimbulkan korban di kalangan warga sipil di kawasan tersebut.
Seorang kepala suku mengatakan kepada Xinhua melalui telepon mengatakan bahwa “Houthi bersenjata melanggar gencatan senjata hanya 30 menit setelah dimulainya dan bentrokan yang terjadi di dekat provinsi selatan Lahj.”
Kantor berita resmi Yaman melaporkan, Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi telah meminta perintah dari koalisi Arab untuk mematuhi gencatan senjata dan menghentikan pemboman udara ke basis Houthi.




