ARAB SAUDI – Bagi jamaah haji Indonesia yangn ingin menyewa kursi roda saat menjalani ibadah tawaf atau sai diimbau untuk tidak menggunakan jasa joki kursi roda yang ditawarkan oleh para mukimin (warga Indonesia yang lama tinggal di Arab Saudi).
Hal tersebut diimbau Wakil Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Harun Al Rasyid di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (25/8/2016).
“Kami mengimbau melalui beberapa sektor yang ada di Mekkah, bahwa ketika jamaah tiba di Masjidil Haram untuk tidak menggunakan lagi tenaga mukimin. Sebab, di lingkungan Masjidil Haram sendiri sudah ada jasa pendorongan dari petugas-petugas dengan seragam lengkap dan mudah dikenali. Dari pembiayaan juga relatif lebih murah dibanding menggunakan mukimin di luar,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Ia juga membeberkan harga resmi jasa petugas kursi roda di Masjidil Haram untuk tawaf, mengelilingi Kabah tujuh kali, dan sai, berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwa tujuh kali, sekitar 200 riyal. Sedangkan jika hanya untuk sai antara 60-100 riyal.
Menurutnya, selain murah, petugas jasa kursi roda Masjidil Haram mudah dijumpai berada di area antara Shafa dan Marwa, tepatnya pada salah satu sisi di dekat Shafa, tempat memulai sai, dengan berseragam jubah putih dan rompi abu-abu.
“Tidak sulit menemukan mereka. Atau temui saja petugas haji sektor khusus yang bertugas, nanti akan dibantu untuk mencari petugas kursi roda tersebut,” katanya.
Diketahui ,pada Rabu (24/8/2016) para mukimin yang menjadi joki kursi roda ditangkap petugas keamanan atau askar Masjidil Haram karena jasa semacam ini dilarang oleh askar. Mereka bisa menyewakan jasa kursi roda hingga 500 riyal, hampir dua kali lipat lebih dari harga sesungguhnya. Bahkan ada beberapa mukimin yang tinggal secara ilegal terancam akan dideportasi.




