BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi akan menjadi percontohan nasional karena menjadi satu-satunya di dunia yang telah menyediakan UGD kemiskinan dan telah terbukti dengan menurunnya angka kemiskinan yang signifikan di kabupaten ini.
“UGD Kemiskinan di dunia baru ada satu, yaitu di Banyuwangi. Saya sangat surprise sekali apalagi angka kemiskinan di Banyuwangi mengalami penurunan yang signifikan,” kata Menteri Sosial Khofifah Indah Pariwansa seperti dikutip kompas.com.
Khofifah yang pada Senin (25/42016), mengunjungi kabupaten Banyuwangi ini menambahkan jika selama ini sudah ada salah satu kabupaten yang pernah mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk sistem rujukan terpadu. Namun, program UGD Kemiskinan, e-village budgeting, dan Smart Kampung yang disiapkan oleh Kabupaten Banyuwangi dianggap jauh lebih maju dibandingkan kabupaten tersebut.
Ia juga menjelaskan, tahun ini Kemensos mempersiapkan 50 kabupaten/kota se-Indonesia untuk sistem layanan terpadu (SLT) kemiskinan. Sistem ini akan terus memperbarui data dari seluruh layanan kemiskinan.
Sebagai bentuk apresiasinya, Khofifah juga menawarkan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk menyelaraskan programnya dengan program SLT karena Banyuwangi sudah memiliki sistem pendukungnya lewat Smart Kampung.
“Kalau Pak Bupati sepakat, bisa langsung kita tunjuk. Sistem yang sudah dibangun Banyuwangi ini sudah sangat komprehensif. SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) kalau diimplan ke sini, sudah bisa nyambung pada konektivitas nasional. Apalagi di Banyuwangi desa-desanya sudah sewa bandwith,” ujar Khofifah.
Tak hanya itu saja, bahkan Jika Banyuwangi siap jadi role model, menurut Khofifah, Kemensos akan menyampaikan format tersebut ke PBB pada November 2016. Dengan begitu, apa yang telah diinisiasi oleh Banyuwangi tidak hanya dijadikan contoh di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia. (mir)




