Houthi Ancam Serang Kapal Perang dan Kapal Tanker Saudi

Ilustrasi/ AA

YAMAN – Gerakan Houthi Ansarullah di Yaman telah mengancam bahwa mereka dapat menyerang kapal perang dan kapal tanker minyak dari koalisi yang dipimpin Saudi sebagai pembalasan atas blokade yang telah diterapkan aliansi militer di pelabuhan Yaman, khususnya pelabuhan barat daya Hudaydah.

“Kapal perang dan kapal tanker minyak dari agresi dan gerakan mereka tidak akan aman dari api angkatan laut Yaman jika mereka diarahkan oleh pimpinan senior (untuk menyerang),”  ujar seorang komandan militer Houthi,  pada hari Minggu (12/11/2017), dikutip jaringan televisi Yaman al-Masirah.

Keputusan untuk menargetkan kapal musuh dibuat setelah pertemuan pejabat angkatan laut yang telah membahas kemungkinan tanggapan terhadap penutupan pelabuhan di negara miskin tersebut.

Kembali pada bulan September, Abdel-Malek al-Houthi, pemimpin gerakan tersebut, mengatakan bahwa pejuangnya dapat menargetkan kapal tanker minyak Saudi jika aliansi penyerang menyerang pelabuhan vital Hudaydah.

Sementara itu, kepala komite revolusioner tertinggi Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, juga mengatakan bahwa pejuangnya akan menargetkan instalasi minyak di Arab Saudi dengan rudal jika koalisi menyerang Hudaydah.

Pada tanggal 4 November, militer Saudi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil  mencegat sebuah rudal yang diluncurkan oleh Houthi di atas sebuah bandara dekat ibukota Saudi, yang mendorong Riyadh untuk menutup semua pelabuhan darat, udara dan laut di Yaman.

Koalisi yang dipimpin Saudi selanjutnya menuduh bahwa Iran berada di balik serangan tersebut melalui dukungannya terhadap Houthi, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat “dianggap sebagai tindakan perang.” Namun Iran dengan cepat menolak tuduhan Saudi.

Advertisement