SANAA—Pasukan pemberontak Houthi sepakat dengan perjanjian gencatan senjata. Kesepakatan ini berlangsung selama 72 jam, dan dimulai sejak Rabu (19/10/2016). PBB pun mendesak, bantuan kemanusiaan segera dialirkan ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit terjangkau.
Dalam pernyataan pertama terkait gencatan senjata ini, dewan yeng terdiri dari masing-masing kelompok yang bertikai akan mengawasi jalannya kesepakatan ini. Semua bentuk serangan baik darat, laut maupun udara akan dipantau.
PBB berharap, kesepakatan ini menjadi awal yang baik untuk mengakhiri perang yang telah memakan korban ribuan jiwa. Jutaan orang pun menderita karena konflik berkepanjangan ini.
Sejumlah lembaga bantuan kemanusiaan mencoba sudah bersiap untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap keluarga yang terjebak di berbagai wilayah pertempuran. Bantuan yang diberikan berupa makanan, obat-obatan, serta kebutuhan mendasar lainnya.
“Mudah-mudahan dengan gencatan senjata ini lembaga dan organisasi kemanusiaan memiliki kesempatan untuk menyalurkan bantuan ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau,” ujar Jamie McGoldrick, Kordinator Kemanusiaan PBB di Yaman seperti dikutip Al Jazeera.




