Hubungan Hamas dan Mesir Membaik

Perayaan ulang tahun ke-28, Hamas di Gaza. Foto:ibtimes

GAZA – Hubungan Gerakan perlawanan Islam, Hamas dan Mesir yang sempat renggang kini mulai membaik. Ini terbukti dengan upaya Mesir menjadi mediasi hubungan Hamas dan Otoritas Palestina pimpinan Rami Hamdallah.

Karena upaya itu, Hamas memuji historis Mesir yang mencerminkan orisinalitas Arab dan kejantanan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Hamas, Rabu (5/7/2017) malam.

“Telah dilakukan sejumlah pembahasan yang membuahkan beberapa hasil yang berdampak dalam meringankan beban Jalur Gaza,” ungkap pernyataan itu.

Delegasi Hamas menjelaskan, pertemuan dengan pihak Mesir juga membahas masalah reskonsiliasi nasional Palestina. Delegasi Hamas menunjukkan keterbukaan penuh untuk mengakhiri perpecahan dan menyatukan Palestina.

Delegasi menjelaskan, bahwa dalam pertemuan ditegaskan Hamas, mereka tidak ada masalah dengan negara rekonsiliasi nasional Palestina yang dipimpin Rami Hamdallah di Ramallah yang melakukan tugasnya di Jalur Gaza. Namun realita konkritnya harus diberlakukan pembentukan komisi pemerintah untuk memantau urusan hidup warga Jalur Gaza.

Delegasi Gerakan Hamas meminta pihak Mesir sebagai mediator proses rekonsiliasi Palestina, untuk mensupervisi pelaksanaan perjanjian Kairo, termasuk di dalamnya adalah pembentukan pemerintahan persatuan nasional dan kesepakatan waktu pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden.

Seperti dilansir laman Info Palestina, Hamas menyerukan kepada Presiden Otoritas Palestina agar membatalkan seluruh keputusan yang diambil belakangan ini terhadap warga Jalur Gaza. Hamas menegaskan bahwa pihaknya menghormati dan komitmen dengan keamanan nasional Mesir.

Advertisement