Kirmir tersebut tak mampu menahan limpasan air dari Kampung Cinagela yang berada di atas areal Kantor Pemkab Bandung Barat.
“Saat itu memang hujan lebat, sehingga air berkumpul di atas kirmir. Mungkin karena tidak kuat menahan air, kirmir itu jebol sekaligus,” kata salah seorang pekerja bangunan Gedung B SKPD seperti diberitakan PR online,kemarin.
Meski demikian, dia menuturkan, tidak ada korban akibat kejadian itu. Sebab para pekerja tengah beristirahat, sehingga tidak ada aktivitas di tempat kejadian.
“Sejak Senin kemarin, para pekerja mulai memperbaiki kirmir dan beberapa saluran air agar kirmir itu tidak kembali jebol,” katanya.
Pembangunan tersebut dilaksanakan PT Jaya Konstruksi Manggala-PT Amarta Karya sebagai pemenang tender dengan nilai proyek mencapai Rp 132 miliar.
Robohnya kirmir di areal gedung baru tersebut disayangkan Ketua Komisi III DPRD KBB, Tatang Gunawan. Ia mengaku kecewa dengan robohnya kirmir tersebut lantaran pembangunannya baru saja selesai kurang dari sebulan.
“Belum juga dipakai kok sudah roboh, apalagi nanti setelah dipakai. Padahal, kantor baru ini menghabiskan anggaran yang besar,” ujar Tatang.
Dia menilai, proyek gedung yang menghabiskan ratusan miliar ini menunjukkan kesalahan teknis pembangunan yang dilakukan pelaksana proyek.
Untuk itu, dia mengaku akan memanggil Dinas Cipta Karya sebagai penanggung jawab pembangunan gedung baru tersebut.
“Dan kami juga akan minta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan pemenang tender tersebut,” ujarnya menegaskan.





