PONOROGO – Kabid Kedaruratan dan Logistik, Setyo Budiono mengatakan warga Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulang kembali trauma atas bencana longsor seiring dengan datangnya kembali musim penghujan.
Kekhawatiran warga ditambah dengan beredarnya kabar bohong munculnya retakan baru di sektor A.
Kabar tersebut pun sudah sampai dibahas Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno, dalam sambutannya di acara workshop “Aksi Melawan Kekerasan terhadap Perempuan, Anak Perempuan dan Perkawinan Anak”, Rabu (27/9/2017). Dia meminta doa untuk Desa Banaran. Karena muncul retakan baru.
“Mohon doanya saja. Dan saya mohon maaf jika Pak Sumani, dari Dinsos tidak bisa hadir. Karena beliau juga Plt BPBD. Saat ini sedang meninjau lokasi,” kata Wabup Ponorogo Sudjarno saat sambutan.
Namun menurut Setyo, setelah dicek tidak ada retakan baru. Yang ada retakan lama dan sudah ada setelah longsor kemarin. “Tidak ada retakan baru. Itu retakan lama. Sudah kami cek semua. Insy Allah Banaran masih aman,” tambahanya.
Budi mengaku, kemungkinan warga trauma dan khawatir. Karena beberapa hari Banaran diguyur hujan. Untuk itu, BPBD sudah siap dengan segala yang terjadi.
Diketahui Dusun Tangkil, Desa Banaran, Ponorogo dilanda longsor pada 1 April 2016 yang menewaskan 28 orang yang sedang memanen jahe, dan menimbun puluhan rumah di sana.





