Ibu Tiri Siksa Anak 11 Tahun di Mempawah Sampai Kurus Kering

Ilustrasi

MEMPAWAH –Penyiksaan ibu tiri terhadap anak terjadi di Mempawah, Kalimantan Barat.Anak sebelas tahun berinisial RB kerap disiksa sang ibu tiri berinisial ST.

Akibatnya, bocah asal Gang Sepakat, Sungai Pinyuh, Mempawah itu memiliki fisik yang memprihatinkan.

Badannya kurus kering. Rambutnya tak terurus. Tubuhnya penuh luka.Warga yang tak tega melihat penderitaan RB pun berupaya menolong.

Namun, ibu tiri RB selalu menghalangi niat warga.Sang Ketua RT Abu Hakim menuturkan, lokasi rumah korban sedikit jauh dari permukiman warga.

Karena itu, warga tak mengetahui ada penyiksaan yang dilakukan ST terhadap RB.

“Namun, dari penuturan neneknya, korban telah dibawa oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Mempawah untuk diamankan serta diobati,” ucap Abu, mengutip JPNN, Jumat (17/3).

Abu menambahkan, warga pernah berusaha menyelamatkan RB. Namun, ST tak mengizinkan warga mengambil bocah malang itu.

Rosidah yang merupakan bibi RB mengatakan, keponakannya itu pernah tinggal di Desa Segedong, Kecamatan Siantan, Mempawah.

RB kemudian pindah ke rumah neneknya di Gang Sepakat, Sungai Pinyuh.

“Dulu sepengetahuan saya, berat anak itu masih 30 kilogram. Karena ayahnya pergi selama empat bulan untuk iktikaf keluar daerah, anak ini dibawa ke rumah neneknya,” kata Rosidah.

Dia menambahkan, RB mengalami penyiksaan yang sangat memilukan. RB sering dicubit. Bocah malang itu juga sering dipukul memakai gayung.

Tubuh RB juga pernah disundut api. Bahkan, tangannya pernah dipukul menggunakan palu.

Makan saja dijatah satu hari sekali dan pernah didorong ibu tirinya hingga kepalanya bocor. Itu pengakuan dari korban hingga kepalanya bocor terkena besi,” ungkap Rosidah.

Dia mengungkapkan, ST pernah menceburkan RB ke kolam.

“Banyak yang memberitahu saya kalau RB pernah dibuang di dalam kolam, hingga dilempar dari jendela,” kesal Rosidah.Warga akhirnya melaporkan hal itu ke ke KPAI Mempawah.

“Selasa (14/3) petugas KPAI datang dan mengambil korban. Kemudian membawanya ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Karena sebelumnnya ada warga yang mau mengambilnya, tapi diusir oleh ibu tirinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua KPAI Mempawah Kusmayadi mengungkapkan, pihaknya bergerak setelah menerima informasi dari warga.

“Setelah itu kami bawa ke RSUD dr. Rubini didampingi psikolog nantinya,” ucapnya.

 

 

Advertisement