GROBOGAN – Ikut mengantar jenazah tetangga yang hendak dimakamkan di seberang sungai, Jumeno, warga Dusun Pojok, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah hanyut dibawa arus.
“Korban hanyut pada Rabu (08/02/2017). Saat kejadian itu, arus air cukup deras dan elevasi Sungai Lusi di atas ambang batas,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD yang juga Ketua Tim SAR Grobogan, Masrikan, di sela-sela memimpin tim SAR.
Kejadian memilukan itu berawal ketika korban bersama beberapa warga akan mengantar jenazah Jinem, tetangganya, untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, yang lokasinya di seberang Sungai Lusi, Rabu (08/02/2017).
Sudah sejak lama, jika ada warga meninggal, jenazahnya harus diseberangkan di atas gethek karena lokasi makam berada di seberang Sungai Lusi. Korban bersama beberapa warga lain berenang sejauh 70 meter menuju lokasi makam yang dituju.
Namun sesampai di tengah sungai, korban yang berenang mengenakan kaos singlet warna putih dan celana panjang warna hitam, tiba-tiba terseret arus yang datang dari arah hulu, melihat kejadian itu, Jupri (50), Masruri (30) dan Marjuki (50), berusaha menolong korban. Namun karena arusnya cukup deras, ketiga saksi tidak bisa berbuat banyak. Korban terbawa arus ke arah hilir dan tidak lama kemudian tenggelam.
Dikutip dari KRJogja, hingga Kamis (09/02/2017) ini, korban masih dalam pencarian Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).




