CANBERRA (KBK) – Pemerintah Australia dan Indonesia mulai melaksanakan latihan bersama menghadapi bencana tsunami, jika sewaktu-waktu bencana itu melanda kedua wilayah negara.
Michael Keenan, Menteri Hukum Australia mengatakan, Konferensi Ambon DiREx 2016 akan fokus pada latihan pada koordinasi bantuan regional untuk Indonesia ketika menghadapi kasus tsunami.
Keenan mengatakan dalam skenario, yang dikembangkan oleh manajemen bencana DMInnovation Program, tsunami dipicu oleh gempa berkekuatan 8,7 pada skala Richter.
Baca juga: Gempa dan Tsunami : 4.000 WNI di Selandia Baru Alhamdulillah Aman
“Latihan di Ambon adalah puncak dari kemitraan lima tahun antara Australia dan Indonesia, bekerja sama dengan negara EAS (East Asia Summit),” kata Keenan dalam rilis media pada hari Selasa (15/11/2016).
“The EAS Rapid Disaster Response Toolkit adalah praktik terbaik dunia – sumber daya penting yang akan memungkinkan negara-negara di kawasan untuk memberikan bantuan cepat dan efektif dalam menanggapi bencana alam seperti tsunami dalam latihan ini.
“Saya salut inisiatif dari mitra kami di Indonesia dalam melakukan latihan ini, yang memberikan kesempatan berharga bagi semua negara di kawasan itu untuk benar-benar menerapkan toolkit dalam skenario menangani bencana.”
Willem Rampangilei, kepala Otoritas Manajemen Bencana Nasional Indonesia, BNPB, mengatakan, kerja sama Australia dan Indonesia adalah reflektif dari hubungan kedua negara ‘yang lebih luas.
“Kekuatan hubungan kami didasari kerjasama yang kuat, di berbagai tingkatan pemerintah, di banyak kasus termasuk manajemen darurat,” kata Rampangilei.
“Kita tidak bisa mencegah bencana, tapi mengetahui bagaimana cara terbaik untuk memberikan bantuan antar-negara adalah sangat penting untuk meminimalkan korban kematian di fase respon, dan kecepatan pemulihan selanjutnya,” tambahnya.
Seperti dikutip dari Xinhua, Australia menyerahkan 750 juta dolar AS untuk Indonesia untuk recovery Tsunami Aceh Desember 2004.





