JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan di bandara dan pelabuhan dengan memeriksa penumpang, khususnya dari China, untuk mencegah penyebaran wabah virus korona atau pneumonia misterius.
Dirjen Pencegahan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantoro mengatakan pemerintah telah menjalankan rencana kontingensi pencegahan wabah pneumonia misterius yang disebabkan virus korona masuk ke Indonesia.
Kata Anung, rencana tersebut sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu dan lebih ditingkatkan kembali pada masa sekarang. Salah satu langkahnya, yaitu dengan meningkatkan pemeriksaan terhadap pelancong dari China di bandara dan pelabuhan.
“Saya mengatakan lebih karena sebenarnya sudah dilakukan adalah memperhatikan para traveler melalui thermal scan dan memberikan health alert card (HAC) kepada traveler yang masuk ke indonesia khususnya mereka yang dari China,” jelas Anung, dilansir VOA, Sabtu (18/1/2020).
Diketahui, sebanyak 41 orang di kota Wuhan, China, telah didiagnosa mengidap jenis baru virus corona yang selama ini diketahui bisa menyebabkan selesma atau penyakit lain yang lebih serius. Seorang pria berusia 61 tahun yang diketahui terkena virus itu dan mengidap sejumlah penyakit lain meninggal Sabtu lalu (11/1/2020).
Virus korona juga sudah menyebar ke negara lain seperti Jepang. Pemerintah Jepang pada Kamis (16/1/2020) mengatakan seorang laki-laki dinyatakan positif tertular virus korona sepulangnya dari China.
Laki-laki itu menderita demam dan batuk pada 3 Januari ketika di Wuhan. Ia pulang ke Jepang pada 6 Januari dan dirawat di rumah sakit empat hari, namun sakitnya tidak kunjung sembuh. Kementerian Kesehatan setempat mengatakan hasil rontgen menunjukkan tanda-tanda ia mengidap pneumonia.





