
JAKARTA – Perwakilan pemerintah Indonesia bertemu dengan duta besar AS di Jakarta pada hari Rabu (3/10/2018) untuk membahas bantuan bagi korban gempa dan tsunami.
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar mengatakan kepada VOA, Duta Besar Joseph R. Donovan mengulurkan tangan kepadanya untuk menanyakan tentang kebutuhan Indonesia.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada konferensi pers sebelumnya bahwa Amerika Serikat telah telah mengirim banyak tim penyelamat pertama dan militer dan lainnya untuk membantu Indonesia menghadapi dampak dari bencana kembar.
Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia menolak tawaran personil militer yang menurutnya tidak diperlukan.
Juru bicara Hussain Abdullah mengatakan bahwa “tidak benar” Kalla menolak semua bantuan AS, seperti yang dilaporkan beberapa media.
Menurutnya wakil presiden secara khusus menerima bantuan asing untuk rehabilitasi dan rekonstruksi dalam jangka panjang. “Bukan personil militer,” katanya.
Kalla juga mengatakan bantuan darurat diizinkan, selama itu memenuhi kebutuhan korban di lokasi bencana.
Namun ia menjelaskan bahwa Indonesia tidak tertarik dengan kunjungan kapal rumah sakit Amerika, melihat pengalaman setelah gempa Aceh yang tidak banyak digunakan.
“Tidak. Kami tidak menerima itu,” katanya. “Mereka ingin mengirimi kami rumah sakit, kapal rumah sakit. Kami memilikinya. Ingat pengalaman kami di Aceh hanya lima orang yang bersedia naik ke kapal rumah sakit.”
Luhut, menteri koordinator maritim, mengatakan dia telah menjelaskan kepada Duta Besar Donovan mengapa kapal rumah sakit itu tidak diinginkan.
“Memang benar, dia menawarkan untuk menyediakan kapal rumah sakit, saya telah mengatakan kepadanya secara langsung bahwa kami tidak membutuhkannya,” katanya.
“Yang kami butuhkan adalah pemulihan air, upaya membangun rumah anti gempa, itulah yang kami butuhkan,” tandas Luhut.




