LONDON – Keceriaan Natal di Inggris berkurang di tengah kekhawatiran atas varian baru dari virus corona, ketidakpastian yang terus berlanjut tentang Brexit, dan larangan pemerintah untuk mengadakan perayaan natal untuk membatasi penularan.
“Negara ini tidak hanya ketakutan tetapi juga kesal, dan itu kombinasi yang berbahaya,” ungkap Saurav Dutt, seorang penulis berusia 38 tahun dari London.
“Dengan Brexit, ada perasaan yang jelas bahwa orang benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi,” imbuhnya.
Beberapa negara telah menutup perbatasan mereka untuk pelancong dari Inggris karena meningkatnya kekhawatiran global atas jenis virus baru, menyebabkan lebih dari 1.500 truk terdampar di perbatasan tenggara negara itu. truk-truk itu tidak dapat menyeberang ke Prancis dan Uni Eropa, kejadian ini memicu peringatan dari supermarket akan ada kekurangan stok makanan yang akan dijual di masa mendatang.
Menurut Sainsbury’s, salah satu supermarket besar Inggris, selada dan produk segar lainnya segera habis stoknya, hal ini yang bisa memicu kepanikan lain.
Dikutip dari Aljazeera, Rabu (23/12/2020), larangan perjalanan global dan pemandangan truk yang sarat dengan barang-barang yang ditujukan ke Eropa ditumpuk di jalan-jalan Inggris.



