MALANG – Mencegah bencana banjir, masyarakat diminta untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan pembangunan kawasan kebun botani (arboretum).
Imbauan tersebut diungkapkan Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Menurutnya salah satu arboretum yang dapat dijadikan contoh adalah arboretum Sumber Brantas yang dikelola oleh Perum Tirta Jasa (PTJ) 1. Pada lahan seluas 19 hektar (ha) ini digunakan sebagai lahan konservasi dengan daya tampung penanaman pohon sebanyak 10 ribu pohon.
“Saya ingin ingatkan, banjir di Bima, di Garut, di Pati, itu semua karena arboretumnya rusak. Sumber utama banjir bandang karena lahan yang sudah gundul. Jadi kita harus hidupkan lagi,” ujar dia di Malang, Jawa Timur, dilansir liputan6.com, Minggu (7/1/2017).
Adanya arboretum ini juga untuk melestarikan sumber mata air Sungai Brantas dan pengumpulan berbagai tanaman langka dan tanaman keras lainnya. Serta sebagai daerah tangkapan air agar tidak langsung mengalir ke daerah hilir.
“Tidak hanya flora dan faunanya saja yang mulai hidup lagi, kita juga ingin memberikan kepedulian untuk jaga kawasan tangkapan air. Intinya menjaga kawasan konservasi it’s a must,” kata dia.
Diketahui, PJT I mempunyai tugas dalam pengendalian banjir. PjT I memiliki stasiun pemantauan tinggi muka air yaitu Flood Forecasting and Warning System (FFWS). Upaya pengendalian banjir yang dilakukan oleh PJT I dilakukan dengan pengoperasian bangunan prasarana pengendalian banjir seperti waduk, tanggul, pintu air serta didukung peralatan telemetri.
Sungai yang berada diwilayah kerja PJT I dapat dipantau ketinggian air dan curah hujan secara real time dengan peralatan telemetri yang berpusat pengendali di Kantor Pusat Malang. Peralatan telemetri tersebut dapat digunakan untuk memprediksi banjir disepanjang wilayah sungai PJT 1.





