JAKARTA (KBK)- Dampak fenomena el Nino masih berlangsung hingga saat ini. Potensi bencana masih sangat tinggi di Indonesia. Beberapa yang paling dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah bencana banjir dan longsor. Faktor-faktorĀ alam penyebab banjir yang biasanya diikuti oleh tanah longsor yaitu pola curah hujan tinggi, pasang laut, subsidance, pendangkalan, di mana aktivitas manusia yang bersifat dinamis menjadi perhatian utama dalam penanggulangan bencana.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei memaparkan bencana banjir dapat terjadi di 315 kabupaten atau kota. Sedikitnya ada 6,3 juta penduduk yang terancamĀ bahaya dengan intensitasĀ sedang hingga tinggi. Adapun kawasan yang menjadi perhatian terhadap bencana banjir tersebut adalah Aceh, Medan, Riau, Jambi, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.
Sedangkan setidaknya 40,9 juta jiwa terancam bencana longsor dengan intensitas bahaya sedang hingga tinggi. Kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus terhadap longsor antara lain wilayah di bukit barisan dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua dan Sulawesi.
Berdasarkan data dari BNPB hingga 25 Februari 2016 telah terjadi bencana banjir dan longsor sebanyak 260 kejadian di kabupaten atau kota dengan total korban sebanyak 46 jiwa dan 16 orang terluka. Sedangkan terdapat lebih dari 500 ribu rumah yang terdampak bencana banjir dan longsor.
āPenanganan potensi bencana banjir dan tanah longsor, pencegahan karhutla serta penanganan pengungsi erupsi gunung sinabung merupakan prioritas utama BNPB saat ini,ā ujar Willem di Gedung Graha BNPB (2/3/2016).
Upaya pemerintah untuk penanganan banjir dan longsor di antaranya dengan mengadakan rapat koordimasi, sosialisasi, penyusunan rencana kontinjenasi, simulasi bencana, penguatan bantuan logistik dan peralatan, penetapan status siaga dan pemberian DSP. Sebanyak Rp3 miliar telah disiaplan untuk DSP yang akan diberikan kepada daerah terkena bencana seperti di Aceh Utara, Solok Selatan, Solok, Lima Puluh Kota, Kampar, Rokan Hulu, Medan, Binjai, Merangin, Bungo, Indramayu, dan Bangka Belitung





