JAKARTA – Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya Menteri Kesehatan Nina Moeloek mengumumkan 37 fasilitas kesehatan, termasuk 14 rumah sakit, yang diduga menggunakan vaksin palsu, dalam rapat dengan Komisi IX DPR, hari Kamis (14/7/2016).
Empat belas rumah sakit yang diduga memakai vaksin palsu adalah RS Dr. Sander (Cikarang), RS Bhakti Husada (Terminal Cikarang), RS Sentral Medika (Jalan Industri Pasir Gombong), RS Puspa Husada, RS Karya Medika (Tambun), RS Kartika Husada (Jalan MT Haryono Setu Bekasi), RS Sayang Bunda (Pondok Ungu Bekasi).
Dari jumlah tersebut, Nina mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan empat fasilitas kesehatan ‘yang terbukti menggunakan vaksin palsu’ ke Bareskrim Polri.
Kemudian RS Multazam (Bekasi), RS Permata (Bekasi), RSIA Gizar (Villa Mutiara Cikarang), RS Harapan Bunda (Kramat Jati, Jakarta Timur), RS Elisabeth (Narogong Bekasi), RS Hosana (Lippo Cikarang), dan RS Hosana (Jalan Pramuka Bekasi).
Menkes juga mengatakan jika memang terbukti melakukan pelanggaran, kata Nina, akan ada saksi bagi fasilitas kesehatan tersebut, mulai dari sanksi administratif, pencabutan izin operasional, hingga sanksi pidana.
Dalam kasus vaksin palsu ini polisi beberapa hari lalu mengatakan setidaknya 16 orang yang ditahan, lima orang di antara mereka diduga sebagai produsen, dua orang kurir, dua orang penjual atau distributor, dan seorang pencetak label.
Polisi juga mengatakan dugaan pemalsuan ini sudah berlangsung sejak 2003 dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Keuntungan yang didapat dari praktik itu mencapai Rp25 juta setiap minggu. Dmeikian dilaporkan BBC Indonesia.




