YERUSSALEM—Pemerintah Israel tengah membangun tembok perbatasan sepanjang 60 km. Namun, berbeda dengan yang lainnya, tembok ini akan berada di bawah tanah sehingga tidak bisa ditembus oleh musuh, meski dengan menggali terowongan. Konon, biayanya mencapai US$ 1,1 milyar.
Selain itu, tembok ini juga dilengkapi dengan sensor. Tembok yang akan membatasi wilayah Israel dengan Jalur Gaza ini dilakukan sebagai antisipasi atas upaya Hamas yang membuat terowongan di perbatasan.
Media lokal yang dikutip Al Jazeera, Jumat (11/8/2017) menyebutkan, proyek ini akan selesai dalam waktu dua tahun, dan bisa dipercepat. Tembok yang dibangun dari beton ini diperkirakan akan menancap hingga puluhan meter di bawah tanah, dan berdiri setinggi 6 meter di permukaan.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah membawa buruh asing ke Israel. Perusahaan yang dikontrak juga telah meratakan wilayah di sekitar perbatasan.
“Jika Hamas memilih untuk berperang mengatasi rintangan, itu akan menjadi alasan yang layak (untuk Israel) untuk pergi berperang, tapi penghalang akan dibangun,” ujar petinggi militer Israel, Mayjen Eyal Zamir.




