GAZA – Militer Israel mengatakan telah membuka kembali perbatasan Erez, satu-satunya jalur pejalan kaki yang menyeberang ke Jalur Gaza, beberapa hari setelah menutupnya atas protes Palestina.
Seorang juru bicara departemen kementerian urusan militer Israel yang mengawasi penyeberangan mengatakan itu dibuka pada Senin (27/8/2018).
Pada Minggu malam, menteri urusan militer Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan penyeberangan itu dibuka kembali karena kondisi tenang yang telah dipertahankan selama seminggu terakhir.
Pada 19 Agustus, Israel memperketat blokade garis pantai sepanjang tahun dengan menutup persimpangan. Langkah itu diambil sebagai tanggapan terhadap protes mingguan Palestina yang digelar setiap Jumat.
Rezim Israel secara rutin menutup penyeberangan, melarang masuknya pasokan kemanusiaan dan barang-barang lainnya ke Gaza.
Mesir, salah satu dari hanya dua negara Arab yang memiliki hubungan terbuka dengan Israel, telah memblokade sisa strip, termasuk dengan menutup perbatasan Rafah.
Ketegangan telah berjalan tinggi di dekat pagar Gaza sejak 30 Maret, yang menandai dimulainya serangkaian protes menuntut hak untuk kembali bagi Palestina diusir dari tanah air mereka.
Bentrokan Gaza mencapai puncaknya pada tanggal 14 Mei, pada ulang tahun ke-70 Hari Nakba (Hari Bencana), yang tahun ini bertepatan dengan relokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diduduki al-Quds.
Dihimpun press TV, lebih dari 170 orang Palestina telah tewas dan lebih dari 18.000 lainnya terluka dalam gelombang kekerasan baru, menurut angka terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
Israel juga telah meluncurkan beberapa perang di Palestina, yang terakhir dimulai pada awal Juli 2014 dan berakhir pada akhir Agustus di tahun yang sama. Agresi militer Israel menewaskan hampir 2.200 warga Palestina dan melukai 11.100 orang lainnya.





