GAZA – Tentara Israel melukai seorang pria muda Palestina pada Senin (5/11/2018) yang fotonya telah diakui di seluruh dunia sebagai simbol perlawanan Palestina.
Foto itu, yang menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian media dunia, diambil oleh wartawan foto Anadolu Agency Mustafa Hassona selama demonstrasi yang menuntut pencabutan blokade Israel atas Jalur Gaza.
Dengan bendera Palestina di satu tangan dan katapel berada di sisi lain, foto Aid Abu Amr yang berusia 22 tahun di tengah asap hitam menyiratkan representasi artistik Revolusi Prancis karya Eugene Delacroix pada tahun 1830 berjudul “Kebebasan Memimpin Rakyat” dengan kaum revolusioner yang dipimpin oleh seorang wanita yang membawa bendera Prancis dan senapan bayonet.
Abu Amr menjadi bagian dalam protes di perbatasan Gaza utara melawan blokade darat, udara dan laut Israel ketika pasukan Israel melakukan intervensi.
Selama intervensi, Abu Amr terluka di kaki oleh peluru tentara Israel.
Selama tujuh bulan terakhir, warga Palestina di Gaza telah melakukan demonstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel untuk menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah, dari mana mereka didorong pada tahun 1948.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi kantong pesisir dan merampas dua juta penduduknya dari banyak komoditas pokok.
Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret tahun ini, lebih dari 200 orang Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona perbatasan.




