Israel Luncurkan Serangan Udara di Damaskus

Ilustrasi Serangan pangkalan udara militer/ AFP
DAMSKUS – Militer Suriah mengatakan Israel meluncurkan serangkaian serangan udara yang kemudian diikuti dengan tembakan artileri ke sebuah pangkalan militer di dekat ibukota Suriah, Damaskus.

Tuduhan tersebut tidak dibantah oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat diinterogasi oleh wartawan pada hari Selasa (9/1/2018).

Jet Israel menembakkan rudal ke wilayah Qutayfeh di timur laut Damaskus dari wilayah udara Lebanon pada pukul 2:40 pagi waktu setempat, menyebabkan tentara Suriah melakukan pembalasan.

Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah, mengatakan bahwa serangan udara tersebut menargetkan tentara Suriah dan markas senjata Hizbullah, memicu “ledakan dan kebakaran yang berurutan, yang menyebabkan kerusakan material”.

Setelah serangan udara, Israel juga meluncurkan roket dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki, namun militer Suriah mencegatnya, kata pernyataan tentara tersebut.

Ketika ditanya tentang dugaan serangan di Suriah, Netanyahu mengatakan bahwa Israel siap menghentikan senjata untuk mencapai kelompok bersenjata Hizbullah yang bermarkas di Lebanon, yang telah mendukung pemerintah Suriah dalam perang saudara yang hampir tujuh tahun dengan pasukan pemberontak.

“Kami memiliki kebijakan jangka panjang untuk mencegah pengalihan senjata yang mengubah permainan ke Hizbullah di wilayah Suriah,” perdana menteri Israel tersebut dikutip oleh Times of Israel.

“Kebijakan ini tidak berubah Kami mengembalikannya, jika perlu, dengan tindakan,” Netanyahu menambahkan, tanpa mengkonfirmasi atau menolak serangan diluncurkan di wilayah Suriah.

Laporan tersebut mengatakan militer Israel tidak akan berkomentar mengenai dugaan serangan tersebut.

Suriah menulis sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB yang menuntut agar Korea Utara mengutuk serangan lintas batas Israel. Kementerian luar negeri Suriah juga menuduh Israel meluncurkan serangan tersebut untuk mendukung pejuang oposisi.

“Serangan Israel yang berulang terhadap Suriah tidak akan berhasil dalam melindungi organisasi teroris, yang merupakan mitra dan proxy Israel,” kata kantor berita resmi SANA mengutip kementerian tersebut, dikutip Aljazeera.

Advertisement