
GAZA – Pasukan Israel telah menembak mati dua anak laki-laki remaja Palestina di bagian tengah Jalur Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki saat bentrokan sebagai protes atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (11/1/2018) malam bahwa Amir Abdelhamid  Abu Mousaed menderita luka tembak di dada dekat pagar perbatasan sebelah timur kamp al-Bureij. Remaja Palestina tersebut menyerah pada luka-lukanya setelah dibawa ke rumah sakit al-Aqsa Martir di kota Deir al-Balah, yang terletak lebih dari 14 kilometer selatan Kota Gaza.
Tak lama kemudian, pasukan Israel menembaki sekelompok demonstran Palestina di desa Burin, yang terletak 7 kilometer (4,3 mil) barat daya Nablus di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan Ali Omar Nimr Qino yang berusia 17 tahun.
Pada tanggal 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke kota yang diduduki




