Italia Bantah Bayar Kelompok Bersenjata untuk Jegal Para Migran di Laut Tengah

Ilustrasi Tim penyelamat lakukan pencarian migran yang tenggelam di Laut tengah/ reuters

ITALIA – Italia membantah pada hari Rabu (30/8/2017) bahwa pihaknya mendukung kesepakatan untuk membayar kelompok bersenjata yang terlibat dalam perdagangan manusia untuk mencegah migran menyeberangi Laut Tengah.

Associated Press melaporkan bahwa pemerintah Libya yang didukung PBB di Tripoli, sebagai bagian dari kesepakatan yang didukung oleh Italia, telah membayar milisi dan memberi mereka peralatan dan kapal untuk mencegah kapal-kapal migran berangkat.

“Kementerian luar negeri dengan tegas membantah bahwa ada kesepakatan antara pedagang Libya dan pemerintah Italia,” kata seorang pejabat dari kantor perwakilan kementerian Italia.

“Pemerintah Italia tidak berurusan dengan pelaku trafficking,” tambah pejabat tersebut.

Sementara sumber-sumber di daerah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah kekuatan baru di kota pesisir Libya di Sabratha mencegah orang-orang untuk menyeberang, yang memicu penurunan drastis sepanjang tahun untuk migrasi.

Kedatangan migran dari Afrika Utara turun lebih dari 50 persen di bulan Juli dan lebih dari 80 persen sejauh Agustus. Sekitar 600.000 telah berhasil sampai ke Italia selatan melalui laut sejak 2014.

Dalam upaya untuk mengelola pendatang migran menjelang pemilihan nasional yang dijadwalkan pada bulan Mei tahun depan, Italia telah mengambil tindakan termasuk memberikan pelatihan dan peralatan ke ahli pantai Libya, dan membuat peraturan untuk organisasi penyelamatan laut non-pemerintah.

Advertisement