Italia Didera Gempa dan Salju

Italia didera salju dan gempa. Foto: thesims

ROMA (KBK) – Wilayah Italia tengah menghadapi kondisi darurat, karena hujan salju ditambah gempa bumi yang datang terus menerus dalam intensitas rendah.

Sebuah gempa berkekuatan 3,4 Skala Richter (SR) melanda kawasan 18 kilometer di luar L’Aquila. Tepatnya di wilayah Abruzzo, pada Senin pagi, (18/1/2016).

Badan Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV) mengatakan, gempa terjadi pada Pukul 11:37 waktu setempat getarannya dapat dirasakan di seluruh provinsi L ‘Aquila.

Tahun 2009 lalu, Kota bersejarah telah hancur oleh gempa 6,3 skala yang menewaskan 309 orang, dan getaran gempa baru-baru ini, meskipun intensitas rendah, menyebabkan ketegangan dan ketakutan di kalangan penduduk.

Tanah juga terus gemetar di daerah terdekat dari Marche dan Molise antara Ahad dan Senin, dengan kekuatan 3,6 SR. Getaran sangat terasa setelah Pukul 11.00 di hari Ahad.

Menurut INGV, dua kali getaran juga terjadi didekat kota Macerata, Senin sore, (18/1/2016).

Getaran dengan intensitas rendah telah terasa terus menerus di seluruh Italia tengah, sejak 14 Januari, dan 50 kali gempa menggetarkan wilayah Molise.

Gempa terbesa yang melanda Molise dengan kekuatan 4,3 SR melanda Campobasso, Ibu Kota Provinsi Molise, Sabtu (16/1/2016) lalu

Sebagian besar sekolah di wilayah Molise ditutup mulai Senin, (18/1/2016) dan semua provinsi yang terkena dampat dihimbau untuk tetap waspada karena kondisi cuaca yang terus memburuk.

Pemerintah daerah menghimbau dan melakukan inspeksi keselamatan pada bangunan sekolah umum untuk mencegah risiko jatuhnya korban di kalangan pelajar.

Sejauh ini, seperti dilaporkan Xinhua, Selasa (19/1/2016), belum ada kerusakan yang dilaporkan sampai saat ini.

Pada bulan Oktober 2002 lalu, sekitar 27 anak-anak dan guru tewas di sebuah desa di Molise, ketika atap sekolah dasar runtuh karena gempa berkekekuatan 5,8 SR mengguncang desa itu.

Selain gempa, hujan salju berat dan temperatur di bawah nol derajat Celcius, menyebabkan gangguan transportasi di Umbria, Abruzzo, Marche, dan Puglia selatan, dan di kota-kota tersebut juga terjadi penutupan sekolah.

Advertisement