BEKASI – Pernah menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf, tidak membuat Kapten Kapal Tug Boat Henry Ariyanto Misnan (23) takut untuk kembali melaut. Menurutnya, mencari pekerjaan di darat tidaklah mudah.
“Soalnya saya sudah dididik menjadi pelaut sejak lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh keluarga dan untuk mencari pekerjaan di darat tidak mudah,” katanya, Senin (16/5/2016), di Bekasi kepada Antara.
Hampir satu bulan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, dirinya tidak merasa trauma, dan telah memutuskan kembali melaut mulai Juni 2016.
“Rencananya bulan depan kembali melaut sebab memang kompetensi saya di laut,” katanya.
Tetapi ia juga tidak memungkiri hanya akan melaut ke kawasan yang denkat dengan perairan Indoneisa saja dan dinilai aman, misalnya Malaysia.
“Seperti perbatasan dengan Malaysia. Kalau ke Filipina lagi harus menunggu izin dari pemerintah,” kata Ariyanto.
Kapten yang mewarisi profesi sang ayah yang lebih dulu menjadi pelaut ini pun tak lupa mengucapkan terimakasi pada pemerintah karena telah berupaya membebaskan dirinya dan teman-temannya.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah dan sejumlah pihak terkait atas pembebasan saya,” imbuhnya.





