KARANGANYAR – Badan jalan penghubung Jatisawit-Jatipurwo, Jatiyoso, Karanganyar, tepatnya di depan Kantor KUA Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, nyaris putus dan tinggal tersisa beberapa sentimeter.
Sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, bahkan pengendara sepeda motor pun harus sangat hati-hati saat melintas bila tak ingin terperosok ke jurang sedalam puluhan meter
Menurut sejumlah warga, jalan tresebut nyaris putus awalnya ketika terjadi longsor kali pertama pada awal Ramadan 2016. Setelah itu terjadi beberapa kali longsor kecil yang membuat volume longsor semakin panjang dan dalam.
Salah seorang pengguna jalan, Astuti, berharap jalan Jatisawit-Jatipurwo yang longsor segera diperbaiki. Jangan sampai longsor kian parah dan memutus akses warga melalui jalur itu.
“Kasihan anak-anak SMPN 1 Jatiyoso yang setiap hari harus melalui jalan itu. Bahaya. Apalagi bila hujan deras turun, licin,” ujar dia yang juga alumnus SMPN 1 Jatiyoso, mengutip solopos, Senin (3/4/2017).
Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, mengatakan anggaran perbaikan jalan Jatisawit-Jatipurwo masuk APBD 2017 sebesar Rp1,3 miliar. Saat ini proyek perbaikan menunggu pelelangan.
Menurut Rohadi, anggaran sebesar itu sudah meliputi pengaspalan ulang dan pembuatan talut di lokasi longsor. “Anggaran sudah ada, tinggal pembuatan dokumen, dan lelang,” ujar dia.
“Tidak hanya proyek jalan Jatisawit-Jatipurwo. Kami sudah minta agar proyek-proyek yang masuk kategori darurat dan menggunakan anggaran cukup besar segera dilelang,” imbuhnya.





