M Fauzi penjual jamu yang memasang sticker dengan tulisan ” Hafal Alqur’an gratis selamanya” dan diposting di akun facebook miliknya yang bernama Fauzi Baim, menuai banyak pujian positif dari para netizen. Beragam komentar tentang aksi sosial yang menginspirasi banyak orang ini ditujukan atas apa yang sudah dilakukan oleh Fauzi Baim yang memiliki nama asli Muhammad Fauzi.
Ustad Yusuf Mansur juga turut menjadi salah satu orang yang merepost  foto Fauzi Baim di akun twitter miliknya. Tak ayal, foto itu langsung di like ribuan orang yang menjadi pengikut akun twitter Ustad Yusuf Mansur.  Dan tentunya banyak orang yang secara tidak langsung turut andil juga dalam menyebarkan foto tersebut.
Tidak hanya itu, salah satu Fanpage yang paling besar memberikan kontribusi dalam menyebarkan foto tersebut adalah fanpage Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. Dari sini sudah 4790 kali orang yang membagikannya dan 19791 orang yang sudah me-like foto tersebut. Info itu kemudian menjadi viral yang luar biasa, mengingat jumlah pengikut fanpage tersebut yang sudah berjumlah 1.047.415 orang.
Fauzi Baim sendiri masih tidak percaya, jika foto yang baru diunggah pada Senin (30/11) itu menjadi viral di berbagai media sosial yang penyebarannya melonjak drastis. Fauzi menuturkan, dia tidak mengunggah foto tersebut dan tidak pernah menyangka ada kalau niat baiknya tersebar luas.”Semoga bisa menginspirasi banyak orang untuk melakukan aksi serupa,” ujarnya.
Menurut Fauzi, siapa saja bisa mendapatkan jamu gratis darinya. Ia tidak perlu membuktikan dan membacakan hafalan Quran seluruhnya. “Cukup bilang saya hafal Quran, sudah pasti digratiskan sampai puas.
Ketika di tanya apakah tidak takut rugi? Â Fauzi menuturkan itu kan hanya sedikit dari barang dagangannya. “Jadi tidak akan mengurangi rezeki saya dan ini merupakan salah satu bentuk cara saya ta’dzim kepada mereka yang hafal Quran.”
Fauzi juga tak khawatir orang hanya mengaku-ngaku hafal Quran hanya untuk mendapatkan jamu gratis. Menurutnya, Allah Maha Mengetahui. Biarkan itu menjadi urusan dirinya dengan Tuhannya.
Jamu yang dijual Fauzi sebenarnya juga merupakan ramuan istrinya, yang juga hafidzoh. “Istilahnya dari hafidzoh untuk mereka yang hafidz/hafidzoh,” tukasnya.



