Jusuf Kalla : Indonesia Terbuka untuk Pengungsi

Kebijakan TRump
Wakil Presiden Jusuf Kalla/ Foto: forbes

JAKARTA-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia selalu membuka pintu untuk pengungsi dan imigran dari tujuh negara mayoritas Muslim yang dilarang masuk ke Amerika Serikat. Tujuh negara yang dimaksud adalah Suriah, Iran, Irak, Yaman, Sudan, Somalia, dan Libya.

“Kita terbuka kalau pengungsi. Pengalaman yang ada, kan kita terima semua,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017) melansir MTNC.
Meski tak ikut menandatangani konvensi tentang pengungsi pada 1951, Indonesia selama ini selalu membuka pintu untuk pengungsi dari daerah konflik. Setidaknya, sejumlah pengungsi dari Bangladesh, Rohingya, dan Afghanistan ditampung di Indonesia untuk sementara.
Pada 27 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang semua orang yang berasal dari Suriah, Iran, Irak, Yaman, Sudah, Somalia, dan Libya datang ke Amerika Serikat hingga 90 hari ke depan. Kebijakan ini berakibat menumpuknya penumpang di berbagai bandara di Amerika.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menjelaskan, perintah eksekutif hanya berlaku untuk beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Perintah ini tak berlaku untuk Indonesia. Warga negara Indonesia tetap diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

Advertisement