AMMAN–Ribuan pengungsi Suriah yang mendiami kamp Azraq sebentar lagi bisa menikmati barang elektronik tanpa rasa khawatir. Dengan suplai energi tenaga surya, mereka bisa menikmati siaran televisi, berhubungungan telepon, dan mendingankan makanan di dalam kulkas.
Azraq menjadi kamp pengungsi pertama yang didukung energi terbarukan. Setiap keluarga di kamp terdapat 5 ribu shelter ini akan mendapat jatah listrik.
“Pencahayaan di kamp bukan hanya pencapaian simbolis, ini membuat lingkungan yang lebih aman bagi semua penghuni kamp, ​​membuka peluang mata pencaharian, dan memberi anak kesempatan untuk belajar di malam hari,” kata Kelly Clements, wakil komisaris tinggi UNHCR, dalam sebuah pernyataan yang dimuat Kantor Berita NAM, Kamis (18/5/2017).
Kelly menambahkan, 36 ribu pengungsi Suriah di kamp itu baru akan menikmati fasilitas ini pada 2018 mendatang. Peralihan ke tenaga surya ini akan menghemat biaya US$1,5 juta per tahun. Sehingga, hasil penghematan ini bisa diinvestasikan untuk hal lain seperti perbaikan sanitasi, shelter, dan membuat kegiatan produktif di sekitar kamp.
Proyek listrik tenaga surya ini menelan biaya sekitar US$ 10 juta. IKEA Foundation mejadi donor utama proyek ini.




