Kapal Tongkang Hantam Perkampungan Nelayan Jambi

Kampung nelayan yang sudah porak poranda dihantam kapal tongkang. Foto: Info Jambi

JAMBI – Hari ini, Kamis (16/2/2017) dijadwalkan pertemuan warga dengan utusan perusahaan pemilik Tongkang yang menghantam kampung nelayan di Kelurahan Tanjung Solok, Kuala Jambi, Tanjabtim, Jambi.

Di mana, Selasa lalu (14/2/2017), sebuah Kapal Tongkang tanpa muatan yang sedang ditarik tugboat menghantam perkampungan nelayan, di Kelurahan Tanjungsolok tersebut.

Kejadian tersebut belangsung Selasa pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya, belasan rumah warga luluhlantak. Bahkan jalan jembatan beton yang belum lama dibangun Pemkab Tanjabtim ikut ambruk ke dasar sungai.

Belum diketahui besar kerugian akibat kejadian ini. Namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Menurut warga yang melihat kejadian itu, Tongkang 2717 Power yang tengah ditarik tugboat Babo 105 itu, datang dari arah Sungai Batanghari menuju ambang luar. Namun tiba-tiba hilang kendali. Tongkang mengarah ke kiri arah perkampungan nelayan.

Tak bisa dielakkan, tongkang itu menghantam jembatan beton yang dibangun pemkab, di RT 10 Kelurahan Tanjungsolok, rumah warga yang berada di sisi dalam jembatan tersebut ikut hancur akibat dihantam sisi jembatan.

Tak berhenti di situ, tongkang yang semakin liar bukannya berhenti, tapi malah mengarah ke anak sungai di ujung jembatan dan begitu cepat kembali menghantam perkampungan RT 12, persis di sisi lain anak sungai. Akibatnya, 12 rumah berkonstruksi kayu dan sebuah jembatan utama langsung rubuh.

Warga pun berhamburan menyelamatkan diri. Untungnya sebagian besar warga sudah keluar rumah untuk beraktivitas seperti biasa. Ada yang ke laut, ada yang ke pasar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun tiga orang warga RT 12 terpaksa dirawat. Mereka adalah nenek Nurma (60) dan suaminya, Selamat (65) serta nenek Murni (75). Ketiganya syok akibat benturan dan himpitan puing rumah mereka.

“Saya kaget lihat tongkang sudah di depan mata,” cerita nenek Nurma yang enggan mengikuti saran petugas medis setempat agar di rawat di rumah sakit.

“Biar saya di sini saja, saya mau lihat rumah saya,” ujarnya, di rumah tetangganya yang selamat dari musibah. Memang, rumah nenek Nurma terlihat lebih separuhnya sudah berada di dalam air.

Wakil Bupati Tanjabtim, Robby Nahliyansyah, langsung meluncur ke lokasi sesaat setelah kejadian. Setelah meninjau kedua lokasi, Robby langsung mengumpulkan warga yang terdampak musibah. Dihadapan para korban, Robby menelepon agen pelayaran yang menaungi armada kapal tugboat dan tongkang tersebut.

Seperti dikutip dari Info Jambi, dalam pembicaraan yang di-loudspeaker, perwakilan agen, Nanang, menyatakan pihak perusahaan akan bertanggungjawab atas semua akibat yang ditimbulkan kejadian itu. Bahkan, Wabup Robby menjadwalkan agar pihak perusahaan dan warga dipertemukan, Kamis, 16 Februari 2017.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui apakah pertemuan kedua belah pihak yang dimediasi pemerintah setempat jadi atau tidak dilaksanakan.

Advertisement