JAKARTA – Kasus perkosaan bergilir yang melibatkan pelajar SLTP dengan korban perempuan 20-an tahun di kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) sangat memprihatinkan dan seakan kembali menodai ikhtiar yang tengah dilakukan pemerintah dalam upaya perlindungan sosial.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan hal tersebut, sebagai bentuk keprihatinannya,”Apa yang terjadi di Kubu Raya itu adalah bagian catatan keprihatinan dari upaya perlidungan sosial yang kita ikhtiarkan,” kata Mensos Khofifah di Jakarta, Kamis (28/7/2016).
Keprihatinan tersebut dikarenakan pihaknya sering menemukan kasus keterlibatan anak dalam kasus pelecehan seksual. Biasanya kasus anak yang ikut dalam pelecehan seksual karena diajak orang dewasa.
“Anak yang terlibat kejahatan seksual sering saya tanya kenapa. Dia bilang diajak orang dewasa. Saya bertemu mereka jawabnya gitu. Di banyak tempat interaksi anak-anak dengan dewasa seperti itu sering terjadi di banyak tempat,” katanya, seperti dilansir Antara.
Upaya agar ada advokasi dan edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan anak terus diupayakan Khofifah
“Lingkungan masyarakat terutama orang tua memang harus dimaksimalkan dari sisi upaya perlindungan anak di manapun mereka,” katanya.
Seperti diketahui, perempuan berinisial Ay diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan 25 pria. Pelaku bervariasi dari orang dewasa dan pelajar di bawah umur. Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa tersebut terjadi sekitar pertengahan bulan Juni 2016.





