Kebakaran Hanguskan 150 Unit Pondok Pesantren

Ilustrasi rumah kebakaran/ Foto: konfrontasi.com

ACEH – 150 unit pondok santri di Pesantren Darussalam, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, hangus terbakar pada Kamis (23/6/2016) malam saat sedang dilaksanakan shalat tarawih.

Seperti dikatakan Sektretaris Umum Pesantren Darussalam, Abi Hidayat M Wally di Tapaktuan, musibah tersebut terjadi pada pukul 22. 05 WIB di saat ribuan jamaah sedang menunaikan salat tarawih.

“Kami prediksi jumlah pondok yang hangus terbakar sebanyak 150 unit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun seluruh kitab dan peralatan masak dan tempat tidur milik para santri habis terbakar,” kata Abi dikutip dari Antara, Jumat (24/6/2016).

Abi juga mengungkapkan kepanikan ribuan jamaah yang kala itu sedang menunaikan salat tarawih sehingga berhamburan keluar untuk memadamkan api. Ribuan warga sekitar berbondong-bondong ke lokasi musibah untuk membantu pemadaman dengan cara bahu membahu dengan menggunakan ember.

Penyebab kebakaran belum diketahui, “Kami belum tau penyebabnya, karena api dengan tiba-tiba saja berkobar dan membakar pondok-pondok yang jaraknya saling berdekatan. Yang pasti api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.15 WIB setelah datang mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Aceh Barat Daya,” katanya.

Sementara itu Tarmizan, salah seorang warga Blang Poroh di lokasi kejadian mengatakan, mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi sekitar pukul 22.35 WIB atau setengah jam berjalannya kebakaran sehingga apapun yang ada dalam pondok santri tidak bisa diselamatkan.

“Api berhasil dipadamkan setelah datang tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Aceh Barat Daya, sedangkan mobil pemadam Aceh Selatan tiba dilokasi setelah api mulai padam. Tidak salah juga karena mereka jauh, sementara Abdya dekat dengan lokasi musibah,” katanya.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, karena bertepatan juga para santri sedang berlibur jika buloan Ramadhan, “Sebagian santri libur pada saat bula puasa, jadi pondoknya dimanfaatkan oleh masyarakat yang sulok. Tiap-tiap Ramdhan ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air mengikuti sulok selama satu bulan penuh,” katanya.

Kepala Bidang Bantuan pada Dinas Sosial Aceh Selatan, Amir Hasan yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan bahwa pihaknya dengan segera mendirikan tenda sebagai tempat tinggal para santri dan menyalurkan bantuan tanggap darurat.

“Kami sudah dirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal jamaah yang sedang sulok dan sekaligus kita salurkan bantuan masa panik,” kata Amir.

Advertisement