WASHINGTON (KBK) – Kehilangan orang tua adalah salah satu peristiwa hidup yang paling tidak menyenangkan dan berpotensi membahayakan anak di masa kecil.
Sebuah studi di Eropa menemukan, kehilangan orang tua dapat meningkatkan risiko jangka panjang seseorang bunuh diri.
Mai-Britt Guldin dari Universitas Aarhus di Denmark dan rekannya menggunakan data daftar nasional 1968-2008 di Denmark, Swedia dan Finlandia untuk mengidentifikasi 189.094 anak-anak yang memiliki orangtua mati sebelum anak berusia 18 tahun pada kelompok pertama.
Sebagai perbandingan, di kelompok kedua para peneliti mencocokkan data seluruh anak-anak yang bunuh diri dengan anak-anak yang berduka karena kematian orang tuanya.
Hasilnya, hampir 2 juta anak-anak yang ditinggal mati orang tuanya terbukti memiliki risiko jangka panjang bunuh diri.
“Data anak di kedua kelompok diikuti hingga usia mereka 40 tahun, ” tulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry AS.
Data tersebut juga menjelaskan, anak laki-laki lebih rentan terpengaruh dibandingkan anak perempuan, kata studi tersebut.
Seperti dilaporkan Xinhua, Kamis (12/11/2015) para peneliti mencatat, studi mereka tidak memiliki informasi mengenai faktor risiko penting lainnya termasuk faktor genetik, jaringan sosial dan faktor gaya hidup keluarga.





