CIANJUR – Musim kemarau membuat sekitar dua ribu kepala keluarga (KK) di tiga desa, Kabupaten, Cianjur, Jawa Barat kesulitan mendapatkan air bersih.
Camat Cikalongkulon Nunung Rahmat mengatakan desa yang mengalami kekeringan Desa Ciramagirang, Cigunungherang dan Kamurang, sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan air, warga masih mengandalkan air dari Waduk Cirata yang kondisinya tidak layak konsumsi. Kurang lebih 2.000 KK yang ada di tiga desa tersebut, sejak dua bulan terakhir hanya mengandalkan air dari sungai.
Untuk antisipasi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Cianjur, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengingatkan seluruh kepala desa di Cianjur terkait empat program prioritas Kementerian Desa, terkait BUMDes, produk asli desa (prukades), embung desa dan pembangunan sarana olah raga.
“Diutamakan setiap desa tahun 2018 memiliki embung atau kolam penampungan air dan pengawasan mata air. Untuk antisipasi kebutuhan air yang ke depannya dikhawatirkan semakin sulit diperoleh akibat faktor cuaca atau El Nino,” katanya, dikutip Antara.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Budi Karyawan mengatakan menghadapi kemarau, Perumdam telah menyiapkan truk air untuk dikirim ke setiap wilayah yang kesulitan air bersih, sehingga saat kemarau tidak ada kesulitan air bersih di Cianjur.
Kepala Markas PMI Cianjur Heri Mulyana juga mengatakan PMI telah menyiapkan relawan untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Cianjur.





