Kekeringan di Delapan Desa di Pekalongan, Sisa Air Tidak Layak Konsumsi

Ilustrasi kekeringan di musim kemarau/ Foto: palapanews

PEKALONGAN – Kekeringan melanda sebanyak delapan desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akibat musim kemarau yang relatif cukup panjang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko di Pekalongan, Rabu (12/9/2018) mengatakan bahwa saat ini sumber-sumber air di sungai, sumur, maupun mata air lainnya di wilayah tersebut kering. Jika pun ada sisa airnya sudah tidak layak dikonsumsi.

“Kekeringan yang melanda daerah ini kian meluas sehingga warga yang berada di delapan desa itu kini kesulitan mendapatkan air bersih. Jangankan untuk kebutuhan minum, mandi saja airnya sudah tidak layak,” katanya.

Delapan desa terdampak kekeringan tersebut yaitu Kesesi, Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Sawangan Kecamatan Doro, Galangpengampon, Desa Legokgunung Kecamatan Wonopringgo, Luragung Kecamatan Kandangserang, Rowocacing Kecamatan Kedungwuni, dan Desa Pegadon Kecamatan Karangdadap. “Hingga saat ini ribuan warga kesulitan mendapat air bersih akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir ini,” katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan pemkab telah melakukan droping air bersih di beberapa desa terdampak kekeringan tersebut agar warga bisa terbantu untuk mendapatkan air bersih. Selain menyalurkan bantuan air bersih, kata dia, pemkab juga membangun beberapa tandon air di wilayah terdampak kekeringan untuk mempermudah warga mendapatkan air bersih.

“Kita menaruh tandon berisi air bersih di beberapa titik lokasi terdampak kekeringan agar masyarakat mudah mendapat air bersih,” katanya.

Merujuk pada prediksi dari BMKG, kata dia, kemungkinan kekeringan ini berpotensi meluas mengingat kemarau masih akan terjadi hingga Oktober 2018.

Advertisement