ACEH – Korban gempa di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, masih kekurangan tenda sehingga ratusan pengungsi harus merasakan kedinginan saat malam hari.
700 warga Desa Teupin Peurahu dari tiga dusun di desa yang berbatasan dengan Kecamatan Tringgadeng itu belum mendapat bantuan secara maksimal. Mereka hanya mendapatkan sebuah tenda untuk tidur bersama.
“Kami cuma punya satu tenda,” kata Muhadir, ketua pemuda Desa Teupin Peurahu , Kamis (8/12/2016) malam, kepada liputan6.com.
Ratusan warga itu, memilih menahan dinginnya angin malam, gigitan nyamuk serta lapar. “Daripada tertimpa dan ditimbun bangunan,” kata Zakaria, Kepala Dusun Masjid, Desa Teupin Peurahu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
“Kami butuh tiga tenda besar, tenda dapur umum, logistik, dan selimut,” jelas Zakaria yang diamini puluhan warga lainnya.
Kondisi tenda pengungsi ini bertolak belakang dengan tenda besar milik salah satu BUMN Cabang Sigli yang berdiri kokoh dan terang benderang. “Kami sudah minta ke sana, kami juga sudah mengadu pada tentara. Katanya, tenda besok datang dan logistik juga besok,” lanjut Zakaria.
Tak jauh dari lokasi ini, tepatnya di Pasar Meureudu hingga RSUD Pidie Jaya, puluhan posko bantuan milik perusahaan-perusahaan swasta, partai-partai politik, dan lembaga berdiri.
Zakaria mengaku sudah mencoba mendatangi posko-posko tersebut. Tapi mereka menjawab, bantuan itu bakal disalurkan besok pagi. “Kami sudah dua malam dengan ini tak punya tenda, kami minta tapi katanya besok,” desak Zakaria.





