TEMANGGUUNG – Krisis air bersih terjadi 18 desa dan tersebar di 53 dusun di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, akibat musim kemarau yang panjang.
Air bersih yang digunakan selama ini dari mata air di lereng Gunung Sumbing, dan dalam beberapa waktu terakhir debit mata air mengecil yang membuat tidak semua rumah mendapat pasokan.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan desa terakhir yang meminta bantuan air bersih adalah Desa Kledung, Kecamatan Kledung, karena debit air dari sumber air yang ada mulai mengecil.
Ia mengatakan BPBD mulai mendistribusikan air bersih ke daerah tersebut pada pekan lalu dan secara teratur akan memasok air bersih dua kali dalam seminggu.
Menurut dia, krisis air bersih ini bukan akibat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing, tetapi memang faktor alam atau kemarau.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghemat air yang diterima, dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok seperti memasak dan air minum.
Warga Desa Kledung Rodiah mengatakan debit air berkurang dalam satu bulan terakhir. Awalnya air masih bisa mengalir sampai ke rumah-rumah warga, hingga kemudian hanya sebagian warga.
“Agar ada keadilan pemerintah desa mematikan aliran ke seluruh rumah dan titik air hanya dialirkan di depan balai desa, mau tidak mau warga yang butuh air bersih harus antre untuk mengambilnya,” katanya, Selasa (18/9/2018), dilansir Antara.





