
BANDUNG – Tujuh jadwal pemberangkatan kereta api di jalur selatan dari arah timur dan barat tertunda akibat anjloknya KA Pasundan di pintu pelintasan 213 pada KM 202+5/6 di Kampung Padisentra Desa Karangmulya Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.
Ratusan penumpang terpaksa diumpan ke stasiun besar berikutnya dengan menggunakan bus.
Akibat dari anjloknya KA Pasundan, Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Zunerfin mengatakan, tujuh kereta api pemberangkatan di jalur selatan dari arah timur dan barat tertunda. “Lima KA dari timur tertahan di Stasiun Cibatu Garur dan dua KA dari barat tertahan di Bandung,” ungkapnya, Selasa, 5 April 2016.
Setelah KA Pasundan dievakuasi, rangkaian gerbong KA Malabar tujuan Bandung merupakan kereta yang pertama melinyasi jalur ini. Sejumlah kereta lainnya mengikuti dengan jurusan yang berbeda.
“Para penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan, diumpan dengan bus,” katanya.
Kepala Stasiun Leles, Muhammad Purdan, menambahkan, hingga tengah hari, sudah empat gerbong yang melintas di kawasan jalur selatan, yaitu KA Malabar, KA Serayu, KA Mutiara Selatan, dan KA Argo Wilis. Namun, kecepatan yang ditempuh kereta api ini dibatasi hingga 5 kilometer per jam untuk menghindari terjadinya anjlokan bantalan rel susulan.
Kendati sejumlah kereta api sudah diberangkatkan, kereta api tersebut mengalami keterlambatan pemberangkatan hingga berjam-jam. “Stasiun Leles setiap hari dilintasi 24 kereta api dengan tujuan yang berbeda selama 24 jam,” ujarnya.PR



