Yaman- Akhir Agustus ini perang di Yaman genap 16 bulan. Kerugian yang diderita kerusakan infrastruktur dan hancurnya perekonomian telah mencapai lebih dari US$14 miliar atau sekitar Rp183 triliun.
Seperti diberitakan Reuters Rabu (17/8), melaporkan bahwa kerugian yang diderita menunjukkan perlunya Yaman mendapatkan bantuan dana untuk membangun negara.
Kini setengah dari populasinya kekurangan nutrisi akibat perang antara pemerintah dan pemberontak Syiah, Houthi.
Kerugian akibat kerusakan hampir US$7 miliar, sedangkan kerugian ekonomi lebih dari US$7,3 miliar dalam hubungannya dengan pemenuhan produk dan jasa.
Selain menghadapi pemberontakan Houthi yang didukung Iran, pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi yang diakui PBB juga harus menghadapi ancaman militan Al-Qaidah di Semenanjung Arab.
Sementara itu, jumlah korban yang tewas lebih dari 6.500 orang, membuat 2,5 juta orang tersingkir dari rumah, dan menyebabkan bencana kemanusiaan di negara yang memiliki PDB hanya US$1.097 pada 2013 berdasarkan perkiraan Bank Dunia.
Akibat konflik, Kementerian Pendidikan Yaman mencatat 1.671 sekolah di 20 provinsi paling terdampak perang, 287 di antaranya perlu perbaikan besar, 544 sekolah digunakan sebagai tempat pengungsian warga yang kehilangan rumah, dan 33 lainnya dikuasai kelompok bersenjata.
Mengutip Kementerian Kesehatan Publik dan Populasi, fasilitas medis di Yaman juga terpuruk. Laporan gabungan menyebutkan, 900 dari 3.652 klinik yang melayani vaksinasi tidak beroperasi lagi sejak awal 2016, membuat 2,6 juta anak Yaman di bawah usia 15 tahun terancam tertular cacar air.




