ETHIOPIA – Pihak otoritas Ethiopia pada Kamis (20/10/2016) telah menangkap 1.645 orang untuk memadamkan aksi kekerasan yang terus terjadi sejak pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat sekitar dua minggu lalu.
Badan pemerintah yang dibentuk untuk menangani kerusuhan menyatakan sekitar 1.200 dari mereka diketahui sebagai pemimpin kelompok, tersangka pembuat kerusuhan dan para bandit.
“Sebanyak 1.120 pemimpin kelompok kekerasan yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan properti di West Arsi dan Shashemene telah ditangkap,” kata badan pemerintah, seperti dilansir Reuters, Jumat (21/10/2016).
8 Oktober lalu, Ethiopia mengumumkan keadaan darurat keamanan atas situasi yang diwarnai serangan pada sebagian besar perusahaan milik asing dan demonstrasi atas tanah dan juga hak-hak politik.
Sementara itu aktivis dan kelompok oposisi telah menuduh pihak keamanan telah menggunakan kekerasan yang berlebihan.





