Kerusuhan di Paris Meluas

Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pertemuan bilateral Kamis (8/4/2016). Foto:AFP

PARIS—Dugaan penganiayaan dan pemerkosaan oleh seorang polisi terhadap seorang tahanan memancing kerusuhan di pinggiran utara Kota Paris. Presiden Prancis Francois Hollande pun meminta rakyatnya tenang.

Dikutip dari Juru Bicara Pemerintah, Stephane Le Foll, Hollande mengatakan akan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum polisi tersebut. Ia juga menjamin adanya proses hukum yang adil dan independen.

Hollande bahkan mengunjungi pria yang menjadi korban pada Selasa di Rumah Sakit Aulnay. Ia menyeru rakyat agar tenang di pinggiran padat ibu kota Prancis, tempat yang sama dengan kerusuhan tahun  2005 yang memaksa Nicolas Sarkozy, menteri dalam negeri saat itu, mengumumkan keadaan darurat.

Pada 2 Februari lalu, kerusuhan meletus di Aulnay-sous-Bois, tempat empat polisi dituduh menggunakan kekuatan yang tidak perlu ketika menangkap pria kulit hitam yang berusia 22 tahun dan memperkosanya. Peristiwa tersebut menyulut kerusuhan yang berlangsung sampai malam keempat pada Selasa. Puluhan mobil dibakar dan 17 pemuda ditangkap, setelah bentrokan dengan polisi.

Korban sendiri, Theo, telah menyeru warga agar tenang dan tidak mengobarkan perang. Ia menambahkan ia percaya pada sistem keadilan untuk menangani kasusnya secara layak. Empat polisi telah diskors dan diperiksa secara resmi karena dugaan memperkosa dan menggunakan kekerasan secara berlebihan. Antara

 

Advertisement